Postingan

Support & Resistance Saham: Arti, Definisi, Makna, Karakteristik (Bagian 3)

Gambar
Pos ini adalah lanjutan dari pos "Support & Resistance: Arti, Definisi, Makna, Karakteristik (Bagian 2)." Untuk membaca seri ini dari awal, silahkan klik di sini "Support & Resistance: Arti, Definisi, Makna, Karakteristik (Bagian 1)."   Dari pos sebelumnya anda sudah sudah tahu makna Support & Resistance bagi pemain saham. Sekarang tiba saatnya kita membahas karakteristik Support & Resistance. Karakteristik Support & Resistance Ada 3 karakteristik Support & Resistance yang penting anda ketahui: 1. Support & Resistance tergantung pada indikator* yang anda pakai. Apa arti dari pernyataan ini? Artinya, titik Support & Resistance menurut indikator yang satu akan berbeda dengan titik Support & Resistance menurut indikator yg lain. Dengan kata lain, titik Support & Resistance menurut garis Trend akan berbeda dengan titik Support & Resistance menurut Moving Average, berbeda dengan titik Support & Resistance menurut Para...

Konsultasi Trading Plan Saham: Setelah Beli

Setelah anda membeli saham, tahukah anda apa langkah selanjutnya yang harus anda lakukan? Hampir semua pemula berpikir bahwa langkah selanjutnya adalah MENUNGGU saham naik. Bagaimana kalau tidak naik? Kalau tidak naik, ya tidak perlu dijual. Kalau turun? Ya tunggu sampai naik . Kalau masih terus turun? Ya terus tunggu sampai naik. Oke, kalau saham naik, bagaimana? Tunggu naik lebih banyak. Kalau sudah naik lebih banyak? Tunggu naik LEBIH banyak lagi . Kalau setelah itu turun? Ya tunggu sampai naik lagi. Kalau masih turun? Tetap tunggu naik. Kalau masih terus turun? Ya terus tunggu sampai naik. Lah? Tidak heran toh kalau mayoritas pemain saham rugi. Bahkan tidak sedikit juga yang modalnya habis. Nah kalau begitu, apa langkah berikut setelah membeli saham? Langkah berikut setelah membeli saham tergantung apa yang terjadi pada saham yang anda beli. Dan yang mungkin terjadi ada tiga: Setelah anda beli, saham naik. Setelah anda beli, saham turun. Setelah anda beli, saham (relatif) ...

Price-to-Earnings Ratio: Trailing & Forward (Bagian 2)

Pos ini adalah lanjutan dari "Price-to-Earnings Ratio: Trailing & Forward (Bagian 1)." Dari pos "Price-to-Earnings Ratio: Trailing & Forward (Bagian 1)" anda sudah tahu perbedaan Trailing PER dan Forward PER. Tapi kisah tentang PER masih belum selesai: masih ada satu PER lagi yang disebut Consensus PER. Consensus PE Ratio Untuk menjelaskan Consensus PER, ada baiknya saya sajikan dalam sebuah ilustrasi. Misalkan pada tanggal 05 April 2014 harga saham Bank BNI (BBNI) adalah Rp 4000. Beberapa hari sebelumnya, BBNI mempublikasikan Laporan Keuangan Tahun 2013 yang sudah diaudit: Laba Per Saham BBNI di tahun 2013 adalah Rp 200. Ini berarti: Trailing PER BBNI = Harga Saham/Laba per Saha m   = 4000/200 = 20 Karena menghitung Trailing PER menggunakan data faktual, data Trailing PER BBNI pada tanggal 05 April 2014 di koran atau situs online apapun adalah (seharusnya) sama, yakni 20. Sampai di sini masih cukup jelas, kan? Mari kita mengeruhkan suasana. Misalk...

Price-to-Earnings Ratio: Trailing & Forward (Bagian 1)

Anda sudah tahu arti Price-to-Earnings Ratio (biasa disingkat PE Ratio atau PER)? Anda sudah tahu juga cara menghitung PER? (Kalau anda belum tahu, silahkan baca dulu pos "Arti Istilah 'Price-to-Earnings Ratio'" .) Berbekal pengetahuan di atas, mungkin anda bersemangat untuk mulai menganalisa saham berdasarkan PER. Sebelum mulai, anda perlu tahu bahwa PER yang anda lihat di penyedia-data (surat-kabar, situs online, dll) yang satu belum tentu sama dengan PER di penyedia-data yang lain. Kok bisa tidak sama? Bukankah data saham seharusnya sama? Nah, untuk menjawab pertanyaan ini, anda perlu tahu dulu bahwa Price-to-Earnings Ratio itu terbagi atas 2 macam: Trailing PER dan Forward PER. Apa bedanya? Mari kita bahas bersama. Price-to-Earnings Ratio (PER) Anda masih ingat rumus menghitung PER? Price-to-Earnings Ratio (PER) = Harga Saham/Laba Per Saham Pada rumus di atas, data Harga Saham yang umum dipakai adalah harga saham terkini.  (Kalau anda ingin tahu PER saham pa...

Dampak Perubahan Satuan Lot & Fraksi Harga Saham (Bagian 2)

Gambar
Pos ini adalah lanjutan dari pos "Dampak Perubahan Satuan Lot & Fraksi Harga Saham (Bagian 1)." Sekarang saatnya kita membahas hal yang lebih ruwet, perubahan fraksi harga saham dan dampaknya bagi pemain saham. Tabel 1. Perubahan Satuan Perdagangan (Lot Size) dan Fraksi Harga BEI Efektif 6 Januari 2014 Perubahan Fraksi Harga Tindakan Bursa Efek Indonesia merubah kelompok harga dari 5 kelompok (dan 5 fraksi harga) menjadi 3 kelompok (dan 3 fraksi harga) secara langsung mempersempit "spread" (perbedaan) harga. Dengan kata lain: jenjang harga kelompok harga baru akan lebih sempit dibandingkan dengan jenjang harga kelompok harga lama. Agar lebih jelas, mari kita bandingkan persentase lompatan (jenjang) harga kelompok harga lama dan kelompok harga baru. Jenjang harga pada kelompok harga lama adalah sebagai berikut: 50 ke 51 = 2% 200 ke 205 = 2.5% 500 ke 510 = 2% 2000 ke 2025 = 1.25% 5000 ke 5050 = 1% Jenjang harga pada kelompok harga baru: 50 ke 51 = 2% 200 ke 201 =...