Postingan

Analisa Volume Transaksi Saham Untuk Pemula. Perlukah?

Gambar
Saya sering mendapat pertanyaan tentang analisa teknikal volume saham. Pertanyaan-pertanyaan tersebut bagus dan menunjukkan bahwa si penanya antusias untuk belajar analisa teknikal. Masalahnya, mayoritas penanya adalah pemula dalam belajar analisa teknikal saham. Jawaban saya kepada mereka selalu sama: belum saatnya belajar analisa volume transaksi saham kalau belum menguasai dengan baik dasar-dasar analisa teknikal harga saham. Apakah ini berarti analisa volume tidak penting? Bukan. Tidak begitu. Analisa volume transaksi —yang adalah bagian dari analisis teknikal —perlu dipelajari untuk mengerti analisa teknikal secara keseluruhan. Tapi . . . Analisa volume transaksi TIDAK PENTING anda ketahui kalau anda belum mengerti dengan baik dasar-dasar analisa harga. Mengapa? Karena kalau anda belum mengerti dengan baik pergerakan harga saham, menambah variabel baru (volume) tidak akan membantu membuat analisa anda menjadi lebih baik. (Silahkan baca juga pos "Banyak Data = Pasti Untung?...

Arti Istilah "Trading Plan"

Mungkin anda sering mendengar atau membaca nasehat bahwa dalam bertransaksi saham anda harus menyiapkan "trading plan." Apa sih yang dimaksud dengan "trading plan"? Nah, di pos ini saya akan membahas apa sebenarnya arti "trading plan," siapa saja yang harus menyiapkan "trading plan," mengapa harus menyiapkan "trading plan," dan mengapa mayoritas pemain saham tidak menyiapkan "trading plan." Mari kita mulai. Arti Trading Plan trading = beli-jual atau jual-beli plan = rencana Jadi, trading plan artinya adalah rencana beli-jual, atau lebih tepatnya rencana beli dan rencana jual. [Sebenarnya, yang lebih tepat adalah "rencana membuka posisi" dan "rencana menutup posisi." Mengapa? Karena di bursa tertentu, pemain saham bisa "membuka posisi" dengan menjual saham pinjaman (transaksi short-sell). Tapi karena mayoritas pemain saham Indonesia tidak bisa bertransaksi short-sell, maka dari itu di pos ...

Cara Menarik Garis Trend/Trendline

Gambar
Bagaimana cara mengetahui bahwa gerak harga saham cenderung sedang naik (uptrend) atau cenderung sedang turun (downtrend)? Kalau anda sudah membaca pos "Definisi Uptrend, Downtrend, Sideway" anda mungkin ingat definisi Uptrend menurut Anonim Terus Belajar Saham: Uptrend adalah serangkaian puncak yang lebih tinggi dan lembah yang lebih tinggi dengan MINIMUM dua puncak yang lebih tinggi DAN MINIMUM dua lembah yang lebih tinggi. Berdasarkan definisi tersebut, bagaimana cara menyimpulkan dari grafik bahwa gerak harga saham sedang "uptrend" alias cenderung naik? Salah satu cara adalah dengan menarik garis trend (trendline). Nah, menarik garis trend tidak sulit. Untuk menarik garis "uptrend," cari titik terendah dan titik rendah kedua yang lebih tinggi dari titik pertama, tarik garis melalui kedua titik tersebut, dan voila! hasilnya adalah garis uptrend. Tapi menarik garis trend seperti cara di atas ada masalahnya: garis trend tersebut tergantung titik yang a...

3 Pilar Untuk Sukses Trading For a Living (Bagian I)

Gambar
Dr. Alexander Elder di buku Come Into My Trading Room menyatakan bahwa 3 pilar untuk sukses Trading For a Living (Trading Sebagai Profesi) adalah 3M: 1. Mind (Psikologi trading) 2. Method (Metode trading) 3. Money (Manajemen modal) Figure 1. Cover Buku Alexander Elder Come Into My Trading Room Elder juga sering ditanya: dari ke 3M tersebut, mana yang paling penting. Pertanyaan tersebut, kata Elder, adalah seperti bertanya: dari 3 kaki kursi berkaki-tiga, mana yang paling penting. Jawaban Elder: coba copot salah satu kaki kursi, lalu berusahalah duduk di kursi tersebut. Apa yang akan terjadi? Saya setuju dengan Elder bahwa 3M yang ia paparkan, Mind (psikologi trading), Method (metode trading), dan Money (manajemen modal) adalah tritunggal yang harus anda kuasai jika ingin sukses Trading For a Living. Hilangkan salah satu dari 3M tersebut dan anda akan jatuh terjerembab seperti yang terjadi ketika anda berusaha duduk di kursi yang hanya berkaki dua (apalagi satu). Tapi . . . Belaja...

Hubungan Indikator Analisa Teknikal Dengan Harga Saham

Gambar
Pada tanggal 05 Juli 2014, bung Herlambang bertanya di pos "Arti Istilah 'Saham Bonus'" : 2. "...grafik tengah ada keterangan garis lurus stochastic %K, garis putus-putus stochastic %D. Sy perhatikan jika garis stochastic %K dan %D berpotongan dan naik, maka selalu naik terus, apakah disitu berarti saatnya beli ? dan jika garis stochastic %K dan %D berpotongan dan turun, maka selalu turun terus, apakah disitu berarti saatnya jual ?" Figure 1. Chart AAPL with Stochastics (%K%D). [Source: finance.yahoo.com] Ini adalah pertanyaan yang bagus karena tersirat bahwa bung Herlambang berusaha mencari korelasi (hubungan) antara indikator analisa teknikal Stochastics dengan gerak harga saham. Saya sudah menjawab pertanyaan tersebut di bagian komentar pos "Arti Istilah 'Saham Bonus'" , tapi saya merasa topik ini penting untuk didiskusikan lebih detil dalam pos tersendiri. Mari kita mulai. ---0--- Benar bahwa kalau garis Stochastic %K memotong k...

Arti Istilah "Stock Split" Saham

Stock split adalah aksi pemecahan saham yang dilakukan emiten setelah disetujui oleh pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Stock = saham split = pemecahan Maksudnya pemecahan saham itu gimana ya? tanya anda. Kalau saya definisikan, stock-split adalah pemecahan 1 lembar saham menjadi beberapa lembar saham sesuai rasio stock-split di mana nilai saham (lembar saham dikali harga saham) tetap sama sebelum dan sesudah stock-split. Masih bingung? Akan lebih mudah dimengerti kalau anda membaca analogi di bawah ini: Misalkan anda punya 1 lembar uang pecahan Rp 100.000. Karena anda merasa pecahan Rp 100.000 ini terlalu besar untuk membeli sebungkus mi instan di warung, anda bertanya pada Imam, teman anda, "Mam, ada Rp 50.000 dua, gak? Gue mau tukar Rp 100.000an." "Ada," jawab si Imam. "Nih," katanya sambil menyodorkan 2 lembar uang pecahan Rp 50.000. Dengan menukar 1 lembar Rp 100.000an dengan 2 lembar Rp 50.000an, nilai uang anda tetap sam...

Konsultasi Cara Membuat Trading Plan yang Menguntungkan

Kalau anda sudah main saham beberapa waktu, mungkin anda sudah sadar bahwa kalau mau mendapatkan untung konsisten dari trading ataupun investasi saham, anda harus menyiapkan Trading Plan (rencana trading). Main saham — investasi ataupun trading — tanpa trading plan adalah layaknya berlayar tanpa alat navigasi: kemungkinan amat sangat kecil anda tiba dengan selamat di tujuan. Jauh lebih besar kemungkinan kapal anda menerjang karang, tenggelam, dan anda dimakan hiu. Tapi menasehati pemula main saham membuat trading plan adalah seperti menasehati seseorang yang baru mulai belajar membaca A, B, C, untuk menulis buku. "Gimana mau nulis buku," protes anda. "Menulis satu kata saja belum becus." Tepat sekali. Sebelum seseorang mulai mencoba menulis buku, ia harus lebih dulu tahu abjad A sampai Z. Setelah itu ia harus belajar arti kata, lalu mulai belajar membaca. Dari membaca, ia akan belajar contoh-contoh cara menulis kalimat yang mudah dimengerti. Dengan mempelajari k...