Postingan

Fondasi Psikologi Trading/Main Saham

Gambar
Kalau anda ingin belajar tentang psikologi main saham, saya anjurkan anda untuk membaca buku Trading in the Zone karya Mark Douglas. Figure 1. Sampul Buku Mark Douglas "Trading in the Zone" Setelah membaca dan memahami materi buku tersebut, saya lebih disiplin dalam bermain saham. Pada saat yang bersamaan, tingkat stress saya juga berkurang. [Catatan: materi Trading in the Zone BUKAN sesuatu yang mudah dimengerti. Saya baru mulai mengerti penjelasan Mark Douglas setelah mengulang membaca buku tersebut beberapa kali.] Salah satu poin terpenting buku tersebut adalah bahwa "a probalistic mind-set pertaining to trading consists of five fundamental truths." (dalam bahasa Indonesia bunyinya kira-kira begini: "pandangan probabilistik mengenai trading terdiri dari lima kebenaran fundamental.") Saking pentingnya "lima kebenaran fundamental," saya menulis hal tersebut di secarik kartu dan membacanya SETIAP PAGI sebelum saya mulai trading saham. Lima...

Pilih Mana: Beli Saham Yang Lagi Naik atau Lagi Turun?

Di bulan Agustus 2015 saya men-survey pembaca blog ini dengan pertanyaan berikut: Pilih Mana: 1. Beli saham yang lagi naik. 2. Beli saham yang lagi turun. 3. Beli saham yang tidak-naik-tidak-turun. Total 161 suara masuk (terima kasih untuk semua yang meluangkan waktu memilih) dengan hasil sebagai berikut: 42% (68 suara) memilih beli saham yang lagi naik 53% (85 suara) memilih beli saham yang lagi turun 5% (8 suara) memilih beli saham yang tidak-naik-tidak-turun Terus terang, saya sedikit terkejut dengan hasil ini. Sebelum melakukan survey, saya berasumsi bahwa mayoritas mutlak (75% atau lebih) pemain saham lebih suka membeli saham yang lagi turun. Mengapa saya berasumsi begitu? Karena selama ini, HAMPIR SEMUA pembaca blog yang bertanya dan mayoritas orang yang saya kenal lebih tertarik membeli saham yang lagi turun. (Ini mungkin karena manusia pada umumnya mengidentikkan harga turun sebagai "murah.") Tapi rupa-rupanya asumsi saya salah. Ternyata banyak juga orang yang tidak t...

Cara Menampilkan Indikator Average True Range (ATR) di HOTS Daewoo Securities

Gambar
Video "Cara Menampilkan Indikator Average True Range" di atas adalah usaha pertama saya dalam membuat video tentang belajar saham. Kok baru sekarang bung Anonim mencoba membuat video belajar main saham? tanya anda. Ada 2 alasan: 1. Mayoritas materi belajar saham, menurut saya, lebih cocok dijelaskan melalui media tulisan (daripada video). Mengapa? Karena materi belajar saham relatif cukup kompleks dan ruwet sehingga perlu dijelaskan secara mendetil. Nah, menjelaskan materi yang rumit dan detil lebih cocok dilakukan dengan media tulisan (plus tabel dan grafik) dibanding video. Lagipula, melalui media tulisan si pembelajar bisa membaca berulang-ulang tulisan untuk memahami secara utuh materi yang dipelajari. Nah, mengulang membaca (biasanya) tidak memakan waktu sebanyak membaca pertama kali. Tapi mengulang menonton video tetap memakan waktu yang sama lamanya. Dan yang tidak kalah penting: pada media tulisan kita bisa mencari (scanning) dengan cepat informasi yang kita inginkan...

Indikator Analisa Teknikal Average True Range (Bagian II)

Gambar
Pos ini adalah lanjutan dari pos "Indikator Analisa Teknikal Average True Range (Bagian I)." Di pos "Indikator Analisa Teknikal Average True Range (Bagian I)" anda sudah tahu bahwa ketika terjadi Gap Up atau Gap Down, rentang harga High/Low tidak mencerminkan rentang sesungguhnya (True Range). Apa ada solusinya? Tentu saja.  Solusi yang diberikan J. Welles Wilder adalah sebagai berikut: a. Saat Tidak Gap Down/Gap Up Saat tidak terjadi Gap Down/Gap Up, True Range adalah sama dengan Range yaitu High dikurangi Low. True Range = Range = High - Low. Untuk lebih jelasnya, silahkan lihat Figure 1 di bawah ini. Figure 1. True Range Saat Tidak Ada Gap Up/Gap Down b. Saat Terjadi Gap Up Saat terjadi Gap Up, True Range adalah High hari itu dikurangi Previous Close. True Range = High - Previous Close. Untuk lebih jelasnya, silahkan lihat Figure 2. Figure 2. True Range Saat Terjadi Gap Up c. Saat Terjadi Gap Down Saat terjadi Gap Down, True Range adalah Previous Close dikurangi...

Indikator Analisa Teknikal Average True Range (Bagian I)

Gambar
Di pos ini saya akan membahas indikator analisa teknikal Average True Range (ATR) Saat mempelajari indikator analisa teknikal, ada beberapa hal yang harus anda cari tahu tentang indikator tersebut: 1. Latar belakang/Sejarah 2. Rumus cara menghitung indikator 3. Jenis: trend-following, oscillators, lain-lain. 4. Fungsi 5. Cara (benar) memakai indikator dan contoh dalam trading Mari kita mulai. 1. Latar belakang/Sejarah Indikator Average True Range adalah ide dari J. Welles Wilder, Jr. [Ia adalah juga "bapak" dari indikator Relative Strength Index (RSI)]. Bahasa Indonesia Average True Range (kira-kira) adalah Rata-rata Rentang Sejati. Range/Rentang apa yang dimaksud? Range yang dimaksud di sini adalah RENTANG pergerakan HARGA dalam waktu tertentu. Perhatikan bahwa Range/Rentang pada kurun waktu tertentu adalah JARAK antara harga High dan harga Low. Jadi, dengan kata lain, Range/Rentang harga saham pada hari tertentu adalah harga High dikurangi harga Low pada hari tersebut. [...

Tahap-tahap Belajar Main Saham

Gambar
Di pos "Cara Terbaik Belajar Main Saham" saya menulis bahwa pemula yang ingin mendapat untung dari saham harus bermain saham (jual-beli) berkali-kali, berhari-hari, bertahun-tahun. Mengapa harus sampai bertahun-tahun? Karena untuk bisa mendapat untung secara konsisten, seorang pemula harus melewati proses pembelajaran main saham selama beberapa fase/tahap. Dan setiap fase itu bisa memakan waktu berbulan-bulan, bahkan sampai beberapa tahun. Fase-fase apa saja yang harus dilalui? Di buku Mastering the Trade , John Carter menulis bahwa ada 5 fase yang biasanya dilalui pemain saham. Figure 1. Sampul Buku John F. Carter "Mastering the Trade" Fase 1: Destined to lose — six months to a year. Ditakdirkan untuk rugi —enam bulan sampai setahun. Fase 2: Fear-based trading — two to six months. Trading saham berdasarkan rasa takut —dua sampai enam bulan. Fase 3: Search for the Holy Grail — six months to death. Mencari cara main saham (analisa atau indikator atau trading plan,...

Cara Terbaik Belajar Main Saham

Gambar
Bagaimana cara terbaik belajar main (trading/investasi) saham?   Apakah harus kuliah di universitas? Atau harus ikut training/pelatihan/seminar tentang trading/investasi saham?  Figure 1. Cover Buku Stephen King "On Writing" Stephen King menulis di buku On Writing : You don't need writing classes or seminars any more than you need this or any other book on writing. . . You learn best by reading a lot and writing a lot, and the most valuables lessons of all are the ones you teach yourself. Terjemahannya kira-kira begini: Anda tidak perlu ikut kelas atau seminar menulis seperti juga anda tidak perlu buku ini ataupun buku lain tentang menulis. . . Anda belajar terbaik dengan banyak membaca dan banyak menulis, dan pelajaran paling berharga adalah pelajaran yang anda ajarkan pada diri sendiri. "Tapi bung Anonim," celetuk anda. "Emangnya apa sih hubungan menulis dengan main saham?" Tidak ada hubungan langsung antara menulis dengan main saham. Tapi ...