Postingan

Jumlah Ideal Jenis Saham di Portofolio Anonim

Gambar
Di pos "Beli 20 Jenis Saham atau 2 Saja?" saya mengaku bahwa saya sering punya saham sampai belasan di portofolio. Dan kalau itu terjadi, biasanya saya rugi. Mungkin ada yang bertanya-tanya: Berapa jumlah ideal jenis saham di portofolio? Untuk saya, jumlah ideal jenis saham di portofolio adalah 4 atau 5 saham. Mengapa 4 atau 5 saham? Ada beberapa alasan.     Alasan pertama: saya adalah pemain saham jangka pendek yang selalu memonitor pergerakan saham secara real-time. Berdasarkan pengalaman, saya simpulkan bahwa saya tidak bisa seksama memperhatikan lebih dari 5 jenis saham.   Alasan kedua: saat pasar naik—biasanya—hanya beberapa saham di portofolio yang naik. Artinya, kalau punya 5 jenis saham, hanya 1-2 saham yang naik; kalau punya 20 jenis saham, juga hanya 1-2 saham yang naik. Kalau sama saja begitu, bukankah sebaiknya pegang 5 jenis saham saja daripada 20?   Alasan ketiga: saat pasar anjlok, kemungkinan besar semua—SEMUA— saham di portofolio turun.  Artiny...

Apa Itu Buffet Indicator ?

Gambar
Rekan Invstor, bila sebelumnya kita membahas cara menghitung valuasi saham. Hari ini penulis akan mencoba membahas tentang cara valuasi pasar secara keseluruhan (IHSG). Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa IHSG mengalami koreksi sebesar 30%, IHSG bahkan sempat menyentuh harga 3900  Andai saja mengetahui koreksi itu akan datang, mungkin pada bulan januari penulis akan menjual saham di portofolio untuk mendapatkan uang cash yang banyak, kemudian menggunakannya untuk membeli saham saham di bulan maret. Sayangnya, sulit untuk benar benar mengetahui  kapan koreksi itu terjadi. Tapi ada cara yang bisa gunakan untuk mengetahui gambaran umum tentang valuasi bursa saham (IHSG). Apakah Bursa saham Undervalue atau Overvalue. Kapitalisasi Pasar terhadap PDB adalah indikator penilaian jangka panjang yang menjadi populer dalam beberapa tahun terakhir, berkat Warren Buffett.  Dalam sebuah wawancara dengan Majalah Fortune beliau  menyampaikan pandangannya tentang  indikator...

Beli 20 Jenis Saham atau 2 Saja?

Gambar
 Pilih mana: 1. Beli 20 jenis saham masing-masing senilai Rp 1 juta. Total Rp 20 juta. 2. Beli 2 jenis saham masing-masing senilai Rp 10 juta. Total Rp 20 juta. Silahkan anda pikirkan dahulu. Sudah?   Menurut Gerald Loeb: . . . large commitments, meaning thereby a few relatively large blocks of shares, are preferable to a great many small positions. . . . beberapa jenis saham dengan nilai relatif besar adalah lebih baik daripada banyak jenis saham dengan nilai kecil.    Mengapa lebih baik beberapa saham dengan nilai besar? Confining oneself to situations convincing enough to be entered on a relatively large scale is a great help to safety and profit. One must know far more about it to enter the position in the first place, and one will retreat from a mistake much quicker if failure to retreat means an important loss. Membatasi diri pada situasi yang meyakinkan untuk masuk dalam nilai besar sangat membantu untuk meraih untung dan mencegah rugi besar. Seseorang akan me...

Memahami Laju Pertumbuhan Majemuk (CAGR)

Gambar
CAGR (Laju Pertumbuhan Majemuk) Setelah beberapa tahun terjun di dunia investasi, penulis sering sekali mendengar istilah Coumpound Annual Growth Rate atau lebih popular dengan (CAGR). Bila kita terjemahkan ke bahasa Indonesia maka CAGR adalah Laju Pertumbuhan Majemuk Tahunan. Yang secara umum menggambarkan pertumbuhan tahunan suatu perusahaan dalam beberapa periode dengan mengabaikan fluktuasi. CAGR membantu menghitung rata rata perumbuhan. Misalnya pada tahun 2010 Earning Per Share (EPS) saham ULTJ adalah Rp. 9,25 per lembar. pada tahun 2019, Earning Per Share (EPS) ULTJ sudah meningkat menjadi Rp 89 per lembar. Berapakah rata rata pertumbuhan EPS ULTJ setiap tahunnya? Inilah yang disebut dengan Laju Pertumbuhan Majemuk Tahunan (CAGR) Rumus CAGR Adalah Maka untuk menghitung rata rata pertumbuhan EPS ULTJ setiap tahun, rumusnya menjadi      Jadi angka CAGR ULTJ adalah 0.28 atau 28 %. Sehingga dapat disimpulkan bahwa rata-rata pertumbuhan EPS ULTJ setiap tahunnya adal...

Economic Moat pada Investasi Saham

Gambar
Definisi Economic Moats Secara harfiah economic moat dapat diartikan sebagai parit ekonomi. Analaginya seperti sebuah parit besar yang mengelilingi suatu kerajaan, yang tujuannya adalah menyulitkan kerajaan lain untuk menyerang. Semakin besar parit, semakin sulit untuk menaklukkannya. Hal inilah yang melandasi istilah economic moat. Bila kita kaitkan dengan kaedah bisnis, maka economic moat adalah keunggulan kompetitif yang dimiliki suatu perusaahan di banding dengan pesaingnya. Perusahaan yang tidak memiliki keunggulan kompetitif (economic moat) rentan terhadap persaingan. Dalam level yang lebih tinggi, ini akan mengarah pada perang harga yang mengakibatkan margin keuntungan semakin kecil atau bahkan berakibat pada kerugian pada perusahaan. Secara umum, ada 5 jenis ecomonic moat yang bisa dimiliki perusahaan. Mulai dari Keunggulan dalam biaya. (Cost Advantage) Keunggulan dari segi ukuran Biaya beralih besar (High Switching cost advantages) Aset Tak berwujud Brand (Intangible Aset adva...

Mengapa Sebaiknya Modal Awal Main Saham Kecil Saja?

Gambar
Di pos "Modal Awal Main Saham" saya tulis bahwa Gerald Loeb menyarankan pemula untuk mulai main saham dengan modal relatif kecil dari total modal yang dimiliki. Mengapa? Kata Gerald Loeb: A backlog of cash is a great help in meeting emergencies and in freeing one's judgment so that commitmentss are opened and closed for financial cause and not affected by need, fear, greed, or other human failings which are fatal to profitable security investment. Persedian uang tunai yang banyak akan membantu anda berpikir dengan jernih sehingga aksi anda membeli atau menjual saham adalah berdasarkan keputusan tanpa dipengaruhi perasaan takut, serakah, ataupun sifat-sifat manusia lainnya yang bisa berakibat fatal saat berinvestasi saham. Jadi, dengan memakai modal relatif kecil dari total modal anda tidak akan stress kalau harga saham turun banyak dan anda berpotensi rugi. (Okelah, kalaupun stress, stressnya seharusnya tidak berat-berat banget sampai terpikir mau bunuh diri.) Mengapa? K...

Memahami PBV (Price To Book Value)

Gambar
Price to Book value  (PBV) adalah salah satu ratio yang disukai oleh investor penganut value investing. Pertama karena Warren Buffet sering menyebutkan ratio ini pada annual letternya.  Kedua karena cenderung lebih sederhana dan mudah dihitung dibandingkan dengan pendekatan yang lain. Bahkan investor pemula pun bisa dengan mudah mengaplikasikan ratio ini dalam value investing. Definisi Price To Book Valu e Price To Book Value (PBV) adalah salah satu ukuran paling dasar dalam menilai apakah suatu saham sedang diskon atau tidak. Secara sederhana, PBV didefiniskan sebagai rasio harga saham terhadap nilai bukunya. Rasio ini sering penulis gunakan untuk membandingkan antra nilai pasar suatu saham dengan nilai bukunya. Rumus Price to Book Value (PBV) Perhitungan rasio PBV dilakukan dengan cara membagi Harga saham saat ini dengan Book Value per lembar saham. Misalnya, emiten saham ABCD memiliki Book Valuenya Rp 1000, sedangkan harga sahamnya saat ini hanya Rp. 500, maka PBV ABCD adal...