Postingan

Tentukan Risk-Reward Ratio Sebelum Membeli Saham

Gambar
Kata Gerald M. Loeb: In considering a commitment a clear idea should be had of the levels at which one expects to close it out either at a profit or at a loss. Obviously, if one anticipates making only a very small amount, one's chances of being successful are rather small. Saat anda mempertimbangkan untuk membeli saham, anda harus tahu jelas di harga berapa anda akan menjual untung/rugi saham tersebut. Kalau anda mengharapkan untung kecil, kecil kemungkinan anda untuk sukses. Menurut saya yang dimaksud Gerald Loeb adalah sebagai berikut: Misalkan anda berniat membeli saham EXCL seharga Rp 1.000. Nah, sebelum membeli saham tersebut anda wajib menentukan harga jual kalau rugi (cut-loss) dan harga jual kalau untung. Katakanlah anda hanya bersedia rugi Rp 50. Artinya, anda akan cut-loss EXCL kalau turun ke harga 950. Katakanlah juga anda berharap EXCL bisa naik ke harga 1.200 dan anda akan jual di harga tersebut. Jadi dengan kata lain, anda bersedia untuk ambil resiko rugi 5% untuk m...

Sebelum Membeli Saham: Jawab Pertanyaan Ini

Gambar
Misalkan anda tertarik membeli suatu saham. Apa yang harus anda persiapkan? Membuka rekening di perusahaan broker saham? Betul. Menyiapkan uang? Tentu saja. Belajar analisa fundamental? Silahkan. Belajar analisa teknikal? Monggo. Tapi kalau tujuan anda adalah ingin untung main saham, hal-hal di atas tidaklah cukup. Lalu apa lagi dong? Mengutip Gerald Loeb di buku The Battle for Investment Survival : In actually entering the security market it seems fundamental that one should know why a commitment was opened, what one expected to make, how long it was expected to take, and what one was willing to risk. Personally, I cannot see how one can expect to figure the proper size of a position or the time to close it out unless it was first opened with a full understanding of these points. In my opinion, commitments should not be closed haphazardly or, even worse, allowed to remain open without justification. Jadi, sebelum anda membeli saham, hal yang paling penting yang harus anda lakukan adal...

Dividen Yield, Payout Ratio dan Cum Date

Gambar
Dividen adalah Pembagian Laba perusahaan kepada pemegang saham.  Disini investor jangan salah paham, karena tidak semua keuntungan perusahaan dibagikan kepada pemegang saham. Jumlah dividen yang dibagikan, biasa ditentukan pada saat RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham). kebijakan perusahaan mengenai penggunakan keuntungannya selama 1 tahun biasanya ditentukan di momen ini. Apakah akan dibagikan sebagi dividen semuanya, dibagikan sebagian atau malah tidak dibagikan sama sekali, karena akan digunakan perusahaan untuk ekspansi dan hal hal lain yang dianggap penting bagi kemajuan perusahaan. Sekali lagi, semuanya ditentukan saat RUPS ( Rapat Umum Pemegang Saham) Sebagai Investor, setidaknya ada 3 rasio terkait deviden yang sebaiknya kita pahami. DPR ( Dividend Payout Ratio ) , persentase keuntungan perusahaan yang dibagikan menjadi dividen. DPS ( Dividend Per  Share ) , jumlah dividen yang kita terima dari setiap lembar saham yang kita miliki. Dividen Yield, perbandingan antara jumlah...

2 Hal Yang Harus Dimiliki Sebelum Investasi

Gambar
Berinvestasi itu ibarat membangun sebuah rumah. Harus ada pondasi dan pilar yang kokoh agar rumah yang kita bangun menjadi kuat. Nah dalam investasi, yang menjadi pondasi dan pilarnya adalah dana darut dan asuransi. DANA DARURAT , pos keuangan yang digunakan untuk mengantisipasi kejadian kejadian yang tidak terduga dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya di PHK dari pekerjaan, Laptop rusak, HP hilang, bencana alam dan kejadian tidak terduga lainnya. Mengapa dana darurat ini penting? Karena tentu kita tidak ingin ketika kejadian diatas terjadi, kita harus menjual sebagian atau keseluruhan dari portofolio saham. Menjual saham disaat-saat seperti ini tentu saja kurang menguntungkan seorang investor. Menurut QM Financial besaran dana darurat ini disesuaikan dengan kondisi masing masing individu. Untuk Individu single, dana darurat sama dengan 4x pengeluran tiap  bulannya. Untuk yang sudah menikah, maka dana daruratnya 6x pengeluaran tiap bulan. Menikah anak 1, menjadi 9x pengeluaran tiap...

Saham Dibeli Langsung Turun. Sebaiknya Bagaimana?

Gambar
Pernahkah anda membeli saham, lalu tidak lama kemudian saham tersebut turun? Turun dan terus turun? Kalau anda sudah main saham cukup lama, kemungkinan anda menjawab: "Bukan cuma pernah. Tapi sering." Apalagi kalau kondisi pasar sedang panik seperti saat wabah virus Corona melanda di bulan Maret 2020. Harga saham bisa turun dan turun dan turun lebih dalam lagi. Apa yang sebaiknya dilakukan? Kalau anda pembaca setia blog ini, anda tahu bahwa saya menyarankan untuk menjual (cut-loss) kalau saham anda turun sampai titik cut-loss yang sudah anda tentukan. Tapi bagaimana kalau anda sebenarnya YAKIN akan fundamental saham yang anda beli? Tidakkah sebaiknya saham tersebut tetap dipegang saja? Lagipula banyak orang berusaha meyakinkan anda (dan diri mereka sendiri) bahwa saham yang berfundamental bagus akan naik lagi setelah badai berlalu. Saya setuju bahwa saham berfundamental bagus akan naik lagi kalau BENAR fundamental-nya tetap bagus setelah badai berlalu. Tapi tidak ada yang tah...

Investasi Saham Jangka Panjang atau Trading Saham Cepat?

Gambar
Investasi saham jangka panjang. Atau trading saham jangka pendek? Gerald Loeb membahas juga topik ini di buku The Battle for the Investment Survival . . . . are we learning to trade for the quick turn or to invest for the long pull? . . . apakah kita belajar trading saham cepat atau investasi untuk jangka panjang? Ini yang ditulis Gerald Loeb: 1. We are investing for appreciation, and the length of time one holds a position has nothing to do with it. Kita berinvestasi untuk mendapat untung, dan hal ini tidak ada hubungannya dengan jangka waktu seseorang memegang saham. Dengan kata lain, Gerald Loeb menyatakan bahwa tidak masalah trading saham jangka pendek ataupun investasi saham jangka panjang. Yang penting untung. 2. I lean towards rather short turns for many reasons. . . To begin with, experience is gained much more rapidly that way. Saya (Gerald Loeb) cenderung memilih trading jangka pendek karena banyak alasan. . . Alasan pertama, pengalaman akan lebih cepat didapat dari trading j...

Mengapa Satu Saham Saja di Portofolio?

Gambar
Di pos "Cara Belajar Main Saham: 1 Saham Saja di Portofolio" saya tulis bahwa Gerald M. Loeb menyarankan pemula untuk hanya punya 1 (satu) saham (emiten) saja di portofolio. Mengapa? Gerald M. Loeb memberikan beberapa alasan:  1. Ordinarily, new investors buy one stock after another, and should the market go down, the lose on the whole position before they realize their inexperience. Biasanya, investor pemula membeli lebih dari satu saham dan seandainya pasar sedang turun, mereka merugi dari semua saham tersebut sebelum menyadari ke-tidakberpengalaman mereka. 2. A purchaser of a single stock under this plan is forced to a decision whether to keep it, take a loss or a profit, or exchange it for another. Orang yang membeli hanya satu (jenis) saham dengan nilai kecil diharuskan memutuskan untuk tetap memegang saham tersebut, jual rugi/untung, atau mengganti saham tersebut dengan saham lain. Dengan kata lain, kalau sampai rugi, ruginya (seharusnya) tidak besar. 3. It is quite di...