Postingan

Belajar Main Saham dari Thomas & Friends

Gambar
Belajar tentang main saham dari film seri anak-anak Thomas & Friends? Masa sih? Coba anda cerna lyric lagu "Accidents Will Happen" dan bandingkan dengan main saham. [Catatan: bagian-bagian lyric yang menurut saya relevean dengan main saham saya tambahkan terjemahan bahasa Indonesianya.] Thrills and spills on the railway It's a life of happiness But sometimes impatience Tapi terkadang ketidaksabaran can lead to carelessness bisa membuat anda ceroboh Some think they are smart cats Sebagian berpikir mereka sangat pintar   and some just know it all dan sebagian merasa sudah tahu semua But sooner or later Tapi cepat atau lambat we all find out that... kita akan tahu bahwa Accidents happen now and again Petaka terjadi sekarang dan nanti just when you least expect saat anda merasa tidak mungkin  Just when you think that life is OK Ketika anda berpikir hidup berjalan OK Fate comes to collect Nasib datang menagih Accidents happen now and again Petaka terjadi s...

4 Tahap Pembelajaran Main Saham Nicholas Darvas (Bagian 2)

Gambar
Pos ini adalah lanjutan dari pos "4 Tahap Pembelajaran Main Saham Nicholas Darvas (Bagian 1)." Di tahap The Fundamentalist, Nicholas Darvas memutuskan untuk membeli saham berfundamental bagus, rating bagus, dan berdividen besar. Silahkan lihat Figure 1 di bawah ini. Figure 1. Analisa Fundamental Nicholas Darvas [Source: How I Made $2,000,000 in the Stock Market by Nicholas Darvas] Dari daftar saham di Figure 1, Nicholas Darvas memutuskan bahwa saham yang paling bagus adalah saham Jones & Laughlin. Begitu yakinnya ia dengan analisanya, Nicholas Darvas menggadaikan rumahnya, meminjam uang dengan jaminan asuransinya, dan meminta pembayaran gaji di muka. Semua uang ini ia belikan 1000 lembar saham Jones & Laughlin seharga US$ 52.25/lembar. Apa yang terjadi? Tiga hari kemudian saham Jones & Laughlin—bukannya naik—malah mulai turun. Sebulan kemudian, saham Jones & Laughlin turun ke US$ 44 dan Nicholas Darvas stress tidak tertahankan dan memutuskan untuk menjual rugi...

Belajar Main Saham Perlu Duit

Beberapa saat lalu saya, abang saya mengirimkan pesan WhatsApp berjudul "Kisah Nyata Soal Pedagang Glodok." Menurut saya, tulisan tersebut bagus dan relevan dengan blog ini. Di bawah ini adalah tulisan lengkap pesan tersebut: Ko Abun sepanjang hidupnya rajin cari uang dan sangat hemat dalam membelanjakan uangnya. Pada usia 25 tahun dia menikahi gadis cantik anak koleganya. Umur 37 Abun sudah memiliki deposito 30 milyar di bank, tapi hidupnya tetap sederhana dan banyak makan makanan yang berlemak. Abun tidak pernah piknik, dan tidak pernah beramal saking hematnya. Usia 42 tahun Abun kena serangan jantung dan meninggal, meninggalkan warisan 45 milyar. Istrinya kemudian kawin sama mantan pelayan tokonya. Si pelayan toko bilang, "selama ini aku pikir aku kerja buat ko Abun, tahunya dia yang kerja buat saya." Jadi, sebelum anda jadi Abun yang meninggalkan janda kaya, nikmatilah hidup dan gunakan uangmu untuk beramal, jadi orang baik. D U I T Duit...tak bisa dibawa mati, ...

4 Tahap Pembelajaran Main Saham Nicholas Darvas (Bagian 1)

Ketika Nicholas Darvas belajar main saham, ia melalui 4 tahap proses pembelajaran. (Kalau anda tidak tahu siapa itu Nicholas Darvas, silahkan baca dulu pos "Main Saham Cara Nicholas Darvas." ) Tahap 1: The Gambler (Penjudi) Tahap 2: The Fundamentalist (Penganalisa Fundamental) Tahap 3: The Tehnician (Penganalisa Teknikal) Tahap 4: The Techno-Fundamentalist (Penganalisa Teknikal+Fundamental) Di Tahap 1 (The Gambler), Nicholas Darvas melakukan apa yang umumnya dilakukan pemain saham pemula: beli saham berdasarkan tips/rumor/gosip/rekomendasi/newsletter/advisory service. Hasilnya? Rugi. Di Tahap 2 (The Fundamentalist), Nicholas Darvas—berdasarkan pengalaman di Tahap 1— membuat aturan berikut: 1. I should not follow advisory services. They are not infallible, either in Canada or on Wall Street. Saya tidak akan mengikuti jasa rekomendasi (saham). Mereka tidak selalu benar, di Canada ataupun di Wall Street.    2. I should be cautious with broker's advice. They can be wrong. Say...

Main Saham Cara Nicholas Darvas

Gambar
Salah satu buku main saham favorit saya adalah buku Nicholas Darvas How I Made $2,000,000 in the Stock Market . Sejak saya beli belasan tahun lalu, buku ini sudah saya baca lebih dari 10 kali. Mengapa? Figure 1. Sampul Buku Nicholas Darvas How I Made $2,000,000 in the Stock Market Buku tersebut mudah dimengerti, enak dibaca, dan mencerminkan pengalaman nyata pemain saham. Saat pertama kali membaca buku tersebut, saya merasakan dan mengalami apa yang dirasa dan dialami Nicholas Darvas pada saat ia baru mulai main saham. Kalau saja saya sudah membaca buku tersebut SEBELUM nyemplung bermain saham, mungkin kerugian awal saya bisa jauh lebih kecil. Nah, setelah membaca buku tersebut berulang kali, saya merasa bahwa (salah satu) poin terpenting bagaimana Nicholas Darvas berhasil meraih untung $2,000,000 bisa anda temukan di bagian Author's Introduction. Bunyinya:  I built a fortune with serenity by avoiding premature selling yet making an exodus from most of my stocks with the use of a s...

Beli Saham Naik Yang Mana?

Gambar
Silahkan lihat Chart 1 dan 2 di bawah ini. Chart 1 Chart 2 Pada Chart 1 harga saham naik dari sebelumnya bergerak turun/downtrend. Pada Chart 2 harga saham naik dari sebelumnya bergerak horizontal/sideway. Kalau harus memilih antara membeli saham seperti di Chart 1 atau saham seperti di Chart 2, anda pilih yang mana? Dengan kata lain, menurut anda mana yang lebih Bullish, Chart 1 atau Chart 2? (Kalau anda belum tahu arti Bullish, silahkan baca pos "Arti 'Bullish' dan 'Bearish' di Bursa Saham." Silahkan baca juga pos ) Coba anda pikirkan dulu beberapa menit. Sudah? Nah, menurut Stan Weinstein di buku Secrets for Profiting in Bull and Bear Markets , yang lebih Bullish adalah Chart 2. (Untuk memudahkan diskusi, kata "Bullish" di pos ini kira-kira artinya adalah "kuat naiknya.") Chart 3 (Source:Stan Weinstein's Secrets for Profiting in Bull and Bear Markets, page 17) Chart 4 (Source: Stan Weinstein's Secrets for Profiting in Bull and B...

4 Tahap Pergerakan Harga Saham

Gambar
Stan Weinstein di buku Secrets for Profiting in Bull and Bear Markets menyatakan bahwa ada 4 tahapan pergerakan harga saham: Tahap 1: The Basing Area (Area Dasar) Tahap 2: Advancing Phase (Fase Naik) Tahap 3: The Top Area (Area Puncak) Tahap 4: The Declining Phase (Fase Turun) Silahkan lihat Figure 1. Figure 1. Grafik Tahapan Pergerakan Harga Saham Menurut Stan Weinstein Menurut Stan Weinstein, waktu paling ideal bagi investor jangka panjang untuk membeli saham adalah ketika saham naik (breakout)  dari Basing Area (Tahap 1) ke Advancing Phase (Tahap 2). Perhatikan bahwa Stan Weinstein tidak menyarankan investor jangka panjang untuk membeli saham ketika saham bergerak datar (Tahap 1 dan Tahap 3) dan juga tidak menyarankan—bahkan melarang—investor jangka panjang membeli saham ketika saham bergerak turun (Tahap 4). Yang disarankan Stan Weinstein adalah membeli saham ketika saham NAIK (dari Basing Area ke Advancing Phase). Kalau anda investor jangka panjang, coba anda analisa diri sen...